masukkan script iklan disini
Generasinusa.com, Simalungun;
Marasi Manik Pangulu Nagori Tanjung Maraja, Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi, Kabupaten Simalungun yang habis masa jabatan 16 Agustus 2022 lalu, berkisah tentang penundaan pengerjaan saluran irigasi yang ada di Huta Tanjung Marelok dan Huta Tanjung Maraja yang menggunakan anggaran dana desa 2022.
Penundaan Pengerjaan saluran irigasi tersebut bukan tanpa alasan, dalam berita acara yang dikeluarkan pada tanggal 1 Agustus 2022, tertulis dengan jelas bahwa masyarakat Tanjung Maraja meminta untuk melakukan penundaan pengerjaan saluran irigasi tersebut, dikarenakan masyarakat masih membutuhkan air untuk pengolahan lahan yang memasuki masa tanam.
Dari keterangan pendamping lokal desa (PLD) Ali Sadar Sinaga, Ia mengatakan, "musyawarah penundaan pengerjaan saluran irigasi yang pada waktu itu, dihadiri warga dan para tokoh masyarakat bersama Gamot.
Dari hasil musyawarah tersebut, masyarakat di dua Huta tersebut, meminta agar pengerjaan saluran irigasi dilakukan penundaan hingga di bulan desember, hal tersebut tertuang dalam berita acara yang ditanda tangani panitia musyawarah, Charle Jon Tindaon, Gamot Tanjung Marelok, Dedi Siagian dan Gamot Tanjung Maraja, Jeriko Tampubolon, yang diketahui Pangulu Tanjung Maraja yang pada saat itu masih Marasi Manik," Ungkap Ali Sinaga, Pada Kamis (19/01/2023).
Dalam berita acara tersebut juga dijelaskan lanjutan penundaan pengerjaan saluran irigasi dilaksanakan pada 19 Desember 2022 hingga selesai. Kata Ali.
Terkait adanya kendala hingga lewat bulan desember 2022, PLD Tanjung Maraja Menjelaskan bahwa, "Dibulan desember curah hujan cukup tinggi, kadang hujan pagi hari, kadang pula hujan turun tengah hari, sehingga pengerjaan tersebut sedikit molor, diakibatkan cuaca yang kurang mendukung," Jalas Ali Sadar Sinaga sebagai pendamping lokal desa Tanjung Maraja.
Terpisah, salah satu warga masyarakat Tanjung Maraja yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "selama Marasi Manik memimpin Nagori Tanjung Maraja, Dia begitu luar biasa, pembangunan merata, bahkan Marasi Manik mau menjemput proyek bantuan dari pusat untuk kepentingan masyarakat disini," Ucapnya.
Namun menjelang kontestasi politik pemilihan pangulu secara serentak pada 15 Maret 2023 yang akan datang, banyak dugaan adanya segelintir menyebarkan isu miring pada Marasi Manik sebagai calon petahana. (R1/red)