• Jelajahi

    Copyright © Generasi Nusa
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 720 x 300

    Menu Bawah

    Kejam...!! Karyawan PNM ULaMM Tanah Jawa "Sekap" 4 Orang Nasabah dan Tidak Diberi Makan

    Minggu, 02 Oktober 2022, Oktober 02, 2022 WIB Last Updated 2022-10-02T07:35:31Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Generasinusa.com, Simalungun;

    Sungguh sangat disayangkan kelakuan dari dua orang karyawati dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perbankan yang ada di kecamatan Tanah Jawa yaitu PNM ULaMM.

    Dua orang karyawati yang diduga melakukan penyekapan pada nasabah yaitu inisial IN dan Br.S, dimana kedua orang karyawati tersebut terindikasi melanggar undang undang Hak asasi manusia (HAM) dengan menahan (mengunci) empat orang Nasabah yang menunggak pembayaran hingga berjam-jam lamanya dan tidak diberi makan.

    Hal tersebut diketahui bermula dari informasi laporan keluarga yang disekap di dalam Kantor PNM ULamm pada Jumat 30/09/2022 sekira pukul 19:00 wib, yang menyatakan bahwa adanya penyekapan yang dilakukan terhadap keluarga mereka. Dan ketika reporter Generasinusa.com menggali informasi dengan langsung ke kantor PNM ULaMM yang terletak di Kelurahan Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.

    Kemudian awak media ini meminta keterangan dari yang diduga korban, salah satu dari 4 yang merupakan nasabah bercerita, "memang ito kami nunggak bayaran tapi kami bukan gak mau bayar, tapi kerena uang belum ada jadi kami bilang sabar, terus datang ibu ini (IN,red) mengatakan kami kekantor menghadap manager, kemudian kami datang, tapi bukannya kami jumpai maneger, malah kami di kunci didalam kantor ini dan tidak diperbolehkan pulang mulai dari pukul 17.20 wib kami tidak dikasih pulang, bahkan dikatakan kami mau di kunci sampai pukul 01.00 Wib dinihari sampai mereka juga pulang.

    Masih dengan korban, paling ngerinya kami tidak dikasih makan dan minum, untuk membeli makanpun kami tidak diperbolehkan padahal kami semua sudah lapar dan haus,"Ngeri hian ma ito" cerita ibu itu pakai bahasa batak.

    Di waktu yang sama, reporter Generasinusa.com mengkonfirmasi kedua karyawan PNM ULaMM yang menahan ke 4 nasabah, membenarkan kejadian penahanan pada 4 nasabah, dan ditanyakan apakah memang demikian aturan dan SOP di PNM ULaMM tempatnya bekerja? 

    Namun kedua karyawati dengan  menjawab santai "tidak bang"ucapnya mereka (Karyawati/red).

    Sedangkan maneger PNM ULaMM wilayah Tanah Jawa bermarga Nababan saat dikonfirmasi terkait SOP perusahaan terhadap nasabah?, Maneger sangat menyesalkan perbuatan karyawati dan tidak membenarkan perbuatan apa yang dilakukan serta SOP tidak ada mengatur terkait penyekapan pada nasabah", ucap manajer dengan tegas.

    Nababan sebagai manager juga meminta maaf kepada para korban atas kejadian tersebut. Disisi lain salah satu pihak keluarga korban tidak terima atas kejadian dan perbuatan pihak karyawati PNM ULaMM.

    Ditempat terpisah ketika kita minta tanggapan keluarga korban, yaitu Poltak Sirait dan Jonny Silalahi memberi komentar pedas "Kami tidak terima Lae atas perbuatannya mereka, kalau pun Keluarga kami punya tunggakan tidak mesti di sekap lae, kan ada sanksi semacam penarikan agunan, atau penambahan bunga uang ( Denda) bukanlah harus menyekap iyakan ujar pak Sirait dan Silalahi.

    Dengan kejadian ini kami tidak terima dan kami akan menempuh jalur hukum dan akan membuat laporan polisi besok Lae, karena mereka (karyawan,red) sudah termasuk melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM terhadap keluarga kami, kami akan membuat laporan Lae agar jangan kejadian itu terulang lagi pada nasabah yang lain" terangnya mengakhiri. (BenS/red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    +