Rusia Lancarkan Serangan, Ukraina Terancam Bencana Baru
Generasinusa.com - Serangan Rusia ke Ukraina nyatanya telah menimbulkan sebuah bencana baru. Bencana itu adalah krisis air.
Di wilayah Sloviansk yang tempat pertempuran sengit keduanya, warga mulai mengeluhkan lemahnya pasokan air dan gas ke arah pemukiman. Ini diakibatkan oleh rusaknya infrastruktur vital akibat peperangan yang terjadi.
Warga mengaku air saat ini masih mengalir. Tetapi kekhawatiran tumbuh bahwa pada musim dingin wilayah itu itu dapat menghadapi krisis kemanusiaan begitu pipa mulai membeku.
"Infrastruktur air dihancurkan oleh pertempuran terus-menerus," kata Lyubov Mahlii, seorang janda berusia 76 tahun, kepada Associated Press,dikutip Senin (8/8/2022).
Mahlii mengaku mengumpulkan 20 liter air dua kali sehari dari tangki umum di dekat apartemennya. Ia mengatakan air itu akan dibawanya pergi bila sirine peringatan telah terdengar.
"Ketika ada bom dan sirine, kami terus membawanya. Ini resiko besar bagi kami, tetapi apa yang bisa kami lakukan?" tambahnya.
Selain Mahlii, seorang warga Sloviansk lainnya, Ninel Kyslovska, juga menceritakan kisah yang sama. Ia mengatakan kelangkaan pasca peperangan telah menjungkirbalikkan semua aspek hidupnya.
Walau situasi peperangan terjadi, ia tetap menyalahkan kelangkaan ini pada otoritas Ukraina setempat. Ia mengeluhkan hal ini dengan alasan kota tetangga Sloviansk, Kramatorsk, masih memiliki stok air yang mengalir.
"Tanpa air, Anda tidak akan kemana-mana. Saya harus membawa 60, 80, 100 liter air sehari dan itu masih belum cukup," tuturnya.
"Roti dan air itu suci dan mereka hanya mengambilnya dari orang-orang. Tindakan seperti itu harus dihukum, mungkin bukan oleh kita, tetapi mudah-mudahan dengan penghakiman Tuhan."
Sloviansk sendiri saat ini hanya ditinggali oleh seperlima populasinya. Hal ini dikarenakan dekatnya kota itu dengan wilayah kekuasaan militer Rusia.
Pemerintah Ukraina di Kyiv pun telah memberikan perintah evakuasi bagi warga yang berada di wilayah itu. Presiden Volodymyr Zelensky bahkan menegaskan evakuasi itu penting karena pasukan Rusia telah terbukti juga membunuh warga sipil.
Hingga saat ini Rusia masih disebutkan menargetkan kota itu untuk dikuasai seluruhnya. Pasalnya, Sloviansk masih merupakan bagian dari wilayah Donetsk dan Luhansk yang berniat memisahkan diri dari Ukraina.